Kenapa tidak. Bukankah alam terbuka dengan segala kejujurannya
akan mengajari anak-anak, seperti mengajari kita. Di sini yang perlu ditekankan
adalah perubahan persiapan dan orientasi kita dalam berkegiatan dengan membawa
anak. Juga dalam mempersiapkan peralatan, perbekalan dan rencana kegiatan.
Semua harus disesuakan dengan keberadaan si anak. Dengan membawa anak, kita
bukanlah menjadi petualang yang bertanding terhadap rintangan alam. Sekarang
kita menjadi pemandu dengan segala tanggung jawabnya.
Pemandu, paling tidak berpegang pada buku freedom of the hill,
selalu berpegang pada pameo, irama jalan mengikuti yang terlemah. Dalam membawa
anak ke alam, anak-anak secara fisik yang terlemah. Perhatian mereka pun cepat
berubah. Mereka yang akan mendikte irama jalan kita. Kapan berhenti, kapan
nangis, kapan kencing, kapan lari.
Jangan harap bisa duduk tenang menikmati indahnya alam, begitu
tiba di perkemahan. Semua cape, tetapi tetap harus ada yang mengantar anak
lihat bunga, buat makan, nyeduh susu, dan seribu macam kerjaan lainnya.
Program ke alam bebas bersama anak lebih bersasaran pada
aktifitas samping dari perjalanan. Bila trecking berarti bukan sasaran jarak
atau tempat, tetapi kegiatan apa yang bisa dilakukan sepanjang jalan. Bird
watching, koleksi daun, belajar mengenal bentuk alam (puncak, lembah, sungai,
hutan), atau main dengan menggunakan apa adanya di lapangan.
Banyak permainan bisa dilakukan di alam bebas. Mengaitkan dengan
lingkungan, atau permaiana yang bisa dipakai mengukur alam, akan sekaligus
pendidikan anak mengenal alam. Susun perjalanan bagi anak-anak lima kali waktu tempuh
jika ditempuh sendiri atau bersama orang dewasa teman dewasa.
Selama jalan adakan permainan :
1.
Menghitung suara burung,
serangga. Membedakan suaranya dengan menirukan.
2.
Menghitung tanaman dalam
suatu kotak, batasi dengan menggunakan rafia ukuran 50 x 50 cm.
3.
Bawa kaca pembesar dan
amati jaringan pembuluh pada daun.
4.
Menyembunyikan
perlengkapan di sekitar, anak harus mengumpulkan semua.
5.
Ukur curah hujan dengan
gelas dan penggaris.
6.
Susun kerikil jadi
abjad, minta anak menirukan. Sesudahnya kembalikan seperti semula.
7.
Manfaatkan kaca pembesar
untuk melihat rinci benda-benda alam, termasuk serangga dan cacing. Tangkap
serangga dengan jaring dan gunakan sarung tangan untuk memegang.
8.
Bila mengambil benda di
alam, si anak disuruh mengembalikan lagi. batasi areal bermain.
9.
Tanaman bukan di tanah,
cari dan bedakan lichen (tumbuh di batu), jamur (tumbuh di kayu), epifit di
pohon hidup (beda daunnya).
10. Arah angin dan kecepatan angin diukur dari helai rambut yang
dilempar. Arah ditentukan dari kompas, dan kecepatan diukur dari jarak
jatuhnya, hitung jarak dengan langkah anak.
11. Kecepatan air, dengan mengambangkan benda antara dua jarak dan
dihitung waktunya.
12. Kawasan bebas sampah. Tentukan kawasan yang bebas sampah dan
kulpulkan bersama.
13. Libatkan anak dalam mendirikan tenda atau bivak siang hari tempat
mereka berteduh dan bermain.
14. Geologi, kumpulkan kerikil, pasir, tanah lepas (debu). Masukkan
dalam wadah transparan tertutup, isi dengan air dan kocok. Kemudian diamkan
beberapa saat dan kemudian perhatikan bahwa kerikil di bawah dan lainnya bertumpuk
seperti sedimen di atasnya.
15. Ambil benda-benda dari alam (daun, batu, batang, bunga, dsb)
masing-masing dua. Satu set disusun, dan si anak disuruh melihat sebentar, dua
menit. Kemudian dia disuruh menirukan susunannya.
16. Seni alam. Gunakan benda-benda alam untuk membuat gambar rumah,
orang, gajah dsb.
17. Cermin. Gunakan pantulan sinar cermin untuk melalui jalur yang
digores di tanah.
18. Gunakan peta dari lokasi yang sederhana dan tandai X, tempat
menyimpan makanan atau hadiah buat anak. Gunakan kertas bergaris kotak-kotak.
19. Ukur jarak dengan langkah. Antara tenda dengan sungai dsb. Ini
alat untuk buat peta.
20. Belok kiri kanan dengan tanda berbeda. Kiri panah daun, kanan
panah ranting. Si anak ditemani ibu disuruh mengikuti jejak.
Permainan seperti ini
tidak habis dicari. Pada contoh di atas bekal yang harus dibawa adalah kaca
pembesar.
Beberapa esensial yang
perlu diperhatikan dalam membawa anak ke alam :
1.
Pakaian. Berlapis yang
bisa dikenakan dan dicopot sesuai suhu.
2.
Payung.
3.
Gendongan anak yang
memiliki sabuk pengaman dan kaki untuk berdiri tegak.
4.
Makanan, dan alat masak.
Bawa makanan dan minuman kesukaan anak.
5.
Popok dan pakaian ganti.
6.
Fly sheet dan tali untuk
secepatnya membuat shelter.
7.
Perlengkapan navigasi.
8.
Buku cerita, maian
favorit anak.
9.
Obat-obatan.
10. Platik sampah. jari mereka tabnggung jawab.
Selamat ber-trails bersama
anak.
Sumber : Eiger Adventure News
Tidak ada komentar:
Posting Komentar